|
Senin, 30 Agustus 2010 13:55 |
Pelaksanaan upacara (prosesi) pernikahan yang mengusung konsep pernikahan tradisional kini semakin diminati. Berbagai upacara pernikahan adat digelar, misalnya pengantin gaya Semarangan, Yogyakarta, Surakarta (Solo), dan sebagainya. Usaha untuk melestarikan budaya mungkin dijadikan alasan yang digunakan bagi pasangan pengantin untuk tetap melaksanakan pernikahan tradisional. Memang, konsep yang diusung bisa jauh berbeda bila dibandingkan dengan pernikahan modern yang bisa saja telah meninggalkan warisan budaya.
Dengan maraknya bisnis di sektor pernikahan tradisional, tidak heran bila kemudian muncul berbagai penyedia jasa yang menawarkan berbagai konsep pernikahan adat. Namun sayangnya, kompetisi yang ada tidak selamanya merupakan... |
|
|
Jumat, 20 Agustus 2010 00:00 |
Pernikahan Tradisional. Warisan budaya Indonesia telah berkembang selama berabad abad, dipengaruhi oleh kebudayaan india, Arab, Cina, Eropa dan Melayu yang terungkap dalam berbagai aspek kehidupan. Pengaruh dari kebudayaan tersebut menghasilkan kurang lebih 300 budaya kelompok etnis yang bisa di temui di indonesia.
Salah satu yang masih bertahan hingga kini adalah tradisi dalam prosesi pernikahan. Hal itu berlaku baik untuk tata upacara hingga tata rias pengantin dan pakaian... |
|
Senin, 05 Juli 2010 00:24 |
|
Pada masyarakat Bali, Umat Hindu mempunyai tujuan hidup yang disebut Catur Purusa Artha yaitu Dharma, Artha, Kama dan Moksa. Hal ini tidak bisa diwujudkan sekaligus tetapi secara bertahap. Tahapan untuk mewujudkan empat tujuan hidup itu disebut dengan Catur Asrama. Pada tahap Brahmacari asrama tujuan hidup diprioritaskan untuk mendapatkan Dharma. Grhasta Asrama memprioritaskan mewujudkan artha dan kama. Sedangkan pada Wanaprasta Asrama dan Sanyasa Asrama tujuan hidup diprioritaskan untuk... |
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 Selanjutnya > Akhir >>
|
|
|