Pernikahan Tradisional. Warisan budaya Indonesia telah berkembang selama berabad abad, dipengaruhi oleh kebudayaan india, Arab, Cina, Eropa dan Melayu yang terungkap dalam berbagai aspek kehidupan. Pengaruh dari kebudayaan tersebut menghasilkan kurang lebih 300 budaya kelompok etnis yang bisa di temui di indonesia.
Salah satu yang masih bertahan hingga kini adalah tradisi dalam
prosesi pernikahan. Hal itu berlaku baik untuk tata upacara hingga tata
rias pengantin dan pakaian yang harus dikenakan oleh kedua mempelai. Setiap elemen punya aturan dan makna simbolis yang menjadikan pernikahan bukanlah sekedar perayaan atau momen penyatuan dua hati semata.
Ada nilai nilai yang terkandung dalam tiap prosesi, seperti nilai dalam hidup berumah tangga, menjadi orangtua, dan lain-lain.
Meski kini
pernikahan adat masih banyak dijumpai di kota kota besar, namun tak sedikit pula terdengar komentar bahwa
pernikahan adat /
pernikahan tradisional itu membosankan dan kuno, terlebih jika menyangkut pakaian pengantin.
Image pakaian
pernikahan tradisional tetap mampu terlihat memukau di era modern dalam rancangan maupun aksesorinya. hal ini pun banyak dilakukan oleh desainer indonesia, yang terus berkreasi dalam memadukan unsur budaya barat dan timur.
Ciri dari pesona yang dimiliki oleh setiap pakaian
pernikahan tradisional tetap ditinjolkan. hal itu bisa dilakukan lewat permainan warna, motif, maupun bentuk pakaian sehingga kesan etnik tetap terasa. Kebaya pun bisa dimodifikasi menjadi lebih sederhana, tanpa meninggalkan kesan anggun saat dikenakan.
Namun yang lebih diutamakan saat menyelanggarakan
pernikahan adat ialah mencari pihak yang paham benar soal seluk beluk
pernikahan tradisional, agar tidak ada kesalahan urutan atau upacara dan mampu menjelaskan makna baiknya dengan tapet. Itu sebabnya, menilik kredibilitas
vendor pernikahan tradisional adalah sebuah keharusan.